Cinta Mati? Kayaknya Kamu Hanya Sekedar Terobsesi, Ini Dia Perbedaan Antara Cinta Dan Obsesi!

Cinta Mati? Kayaknya Kamu Hanya Sekedar Terobsesi, Ini Dia Perbedaan Antara Cinta Dan Obsesi!

Cinta dan Obsesi memang sangat sulit dibedakan saat dirimu memaksakan kehendak agar hatinya menjadi milikmu seutuhnya, apapun caranya dia harus berada ditanganmu.

Mungkin hal itu bisa dianggap sebagai cinta yang menggebu-gebu atau hanya sekedar obsesi?.

Untuk membantumu mengetahui lebih jelas tentang terobsesi pada seseorang.

Yuk, simak aja artikel berikut :

  1. Pertama kali mengenalnya, kamu tertarik hanya karena wajahnya cantik atau karirnya mapan

cewek cantik dan mapan

Memang benar ada istilah jatuh cinta pada pandangan pertama. Akan tetapi jangan salah mengartikan jika kamu tertarik pada seseorang hanya karena wajah atau karirnya.

Wujud obsesi disini jika mendapatkan si Doi yang cantik dan mapan maka kamupun bisa bangga untuk memamerkannya pada teman-temanmu.

Sedangkan wujud cinta pikiran seperti itu tidak pernah terlintas dibenakmu karena memang kamu merasa nyaman aja kalau wajah mah bonus.

  1. Kamu selalu menchek sosmedmu setiap waktu apakah si doi online, terakhir dilihat kapan tanpa non stop
chek sosmed
chek sosmed seharian, foto: makeuseof.com

Terkadang kamu bisa cemas sendiri kalau-kalau si Doi tidak online atau tidak membalas chatmu dengan segera, kemudian bolak-balik menchek sosmednya kapan terakhir dia online.

Sebenarnya sikapmu yang berlebihan seperti stalker ini bisa diartikan kalau kamu hanya sekedar terbosesi.

  1. Kalau tidak mendengar suaranya dalam sehari rasanya enggak betah

Jika tak mendengar suara si doi dalam sehari saja itu bisa membuatmu tidak tenang, rasanya ada yang kurang dan bahkan kamu sendiri tidak bisa berkonsentrasi dengan baik dalam pekerjaanmu hanya karena kerinduanmu terhadap suaranya.

Rindu? Kamu yakin?. Kalau sempat merusak kosentrasimu kayaknya kamu Cuma terobsesi deh.

  1. Cemburu berlebihan, Kamu selalu khawatir dan curiga kalau dirinya selingkuh

Cowok cemburu

Cemburu memang tanda cinta. Tapi kalau tingkat kecemburuanmu itu berlebihan itu bahaya loh, bisa saja itu bukan cinta melainkan obsesi.

Misalnya saja si Doi lagi dekat atau sekedar membalas chat dari teman-temannya kamu langsung marah-marah enggak karuan. Padahal udah jelas itu hanya temannya. 

  1. Kamu berubah menjadi sosok asing hanya untuk membuatnya bahagia

Ada istilah cinta itu akan menerimamu apa adanya. Itu benar.

Kalau saat bersama si Doi dan dia berusaha mengubahmu menjadi sosok yang dia inginkan dan kamupun melakukan itu sebenarnya kamu sendiri tidak suka.

Misalnya saja pacarmu menuntutmu untuk memakai make up, pakaian terbuka, memakai highhills sementara kamu sendiri type cewek simpel.

Tapi karena tidak ingin kehilangan dia kamu pun rela bersakit-sakitan menjadi sosok orang lain demi dirinya.

Hentikan itu, karena kamu hanya terobsesi. 

  1. Kamu Seperti Pengemis Cinta Yang Memohon Agar Dia Mencintaimu Seutuhnya

pengemis cinta

Cinta bukanlah untuk diemis kamu hanya terbosesi agar dia membalas perasaanmu setulus dirimu mencintainya.

Meski si Doi sudah menunjukkan sifat kalau dia tidak tertarik padamu tapi kamu seolah tidak peduli dan bahkan kamu sendiri memohon secara blak-blakan kepadanya untuk membalas cintamu.

Kamu harus hati-hati kalau tiba-tiba dia mau bisa saja sih karena dia hanya menginginkan sesuatu darimu.

  1. Kamu enggak yakin sepenuh hati kalau hatinya hanya untukmu

Walaupun sudah resmi memiliki status sebagai pacar dan seluruh orang didunia ini tahu tentang hubungan kalian.

Tapi entah kenapa kamu masih merasa kalau diantara hubungan yang kalian jalani hanya berat disebelah sisimu saja.

Intinya kamu merasa kalau cintanya enggak sebesar cintamu atau sebenarnya hati kecilmu berkata kalau dia tidak serius padamu.

Hati memang tahu kok yang mana cinta dan yang mana obsesi.

  1. Menikah dengannya kamu berpandangan bahwa derajatmu akan terangkat
Menikah
ilustrasi Menikah, foto: freepik

Berpandangan jika sudah menikah dengannya maka derajatmu akan terangkat karena keluarganya yang kaya raya atau karirnya yang mapan. Berarti kamu enggak benaran cinta karena menikah itu tujuannya untuk saling melengkapi berdasarkan cinta kalau menikah hanya untuk terangkat derajatnya berarti cuma sekadar obsesi biar bisa kaya.

Bagaimana kalau tiba-tiba keluarganya bangkrut, yakin masih ngaku cinta?

Intinya obsesi itu hanya sebuah nafsu, hasrat, keinginan yang berlebihan terhadap sesuatu sampai-sampai kamu sendiri tidak bisa menggunakan akal sehatmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *